tikus mendadak dangdut rewel

May 17, 2009

beuh diantara deadline dan mouse usang nan creative yang semakin tidak jelas arah hidupnya, keseringan di pencet dan digoyang oleh saya. Weits tenang dulu ada cadangan ternyata dan bergegas naik motor menju kamar di sebelah kamar nya toni, ngambil dari box yang masih cling dan sebagian tertutup debu. Well dengan semangat tinggi , langsung klik, klok klak..dan tiba-tiba ga mau di scroll ke atas. padahal dah disetting bisa scroll 360 derajat. Google agaknya menjadi jalan terakhir dan youtube menjadi jalan yag lebh terakhir, akhirnya nemu dan wow.. its works. Mouse ini kembali bisa men secroll 360 derajat. sekarang mari kita liyat pideo di yutub ini berikut.

horeee mouse nya kembali bekerja.


akhirnya bisa membuka ini

May 13, 2009

red2

setelah sekian lama diobrolkan di kickass forum ini, saya bersama seorang teman akhirnya bisa bikin, mengisi dan mengadakan sebuah open submission untuk digital artis khusus indonesia. Website ini ada untuk menjadi sebuah kamera yang akan mendokumentasikan digital art movement di indonesia, mungkin misi itu terlalu elok kata orang jawa, tapi who knows kalau ga dicoba dulu. apa sih digital art itu, digital art itu kata mas dan om wikipedia adalah sebuah seni yang dibuat dengan kompyuter dalam bentuk digital juga, demikian lah singkatnya. Jadiii semua seni yang dihasilkan kompyuter dapat disebut sebagai sebuah digital art, terkecuali suatu saat arti kata digital dirubah artinya menjadi kambing, maka makna digital art juga akan ikut berubah.  Jika anda semua adalah pecinta karya seni dalam fomat digital, maka tidak salah jika meramaikan open submissi yang akan dibuka sampe tanggal 6 juni 2009, dengan tema merah putih, sesuai dengan warna bendera kita. silahkan dinikmati dan meramaikan, piss love and meramaiakan..

save


nilai lokal dalam desain grafis

April 19, 2009

18 april 2009 kemarin saya sempat diundang oleh ADGI untuk sharing dengan tema nilai lokal dalam desain grafis. Acara yang dimoderatori oleh pak Andika ini mengundang beberapa tokoh lain yang sangat yoi seperti mas samuel dan mas eko nugroho. Sebagian pembicara memang berbagi tentang proses kreatif, output kreatif dan konsep kreatif, tetapi saya lebih senang untuk mencoba berwacana dengan sisi subyektif saya yang mungkin belum layak untuk didengarkan, yahhh namanya manusia yang masih belajar…

suatu kehormatan, bila saya yang masih mahasiswa yang masih bersemangat besar untuk  lulus ini dipercaya ADGI untuk berbagi bersama, dengan banyak mahasiswa dkv binus dan para seniman idola jogja.

yah demikianlah, desain grafis hadir di muka bumi ini sebagai ditakdirkan untuk menjadi sebuah bahasa yang universal untuk berbagi, persuasif bahkan menyampaikan sebuah pesan. Desainer grafis pun harus banyak belajar dan menyerap semua kedinamisan yang terjadi di lingkungan, hal itu bukan semata-mata untuk proses adaptasi hidup akan tetapi akan memperkuat posisi sebagai problem solver untuk menciptakan komunikasi yang universal, tepat dan akurat layaknya seputar Indonesia. Kembali pada lokalitas, apakah lokal itu masih dibutuhkan saat ini, ditengan caruk maruknya dan bebasnya aliran internet mengalir ke pipa-pipa rumah, dan menghilangkan batas-batas jarak yang terbentang. Dengan internet kebebasan untuk menyerap budaya luar makin mudah,  dan ini tentunya akan merubah nilai pikir dan manusia tentang budayanya sendiri, entah itu baik atau buruk. Perlu atau tidak perlu saya ternyata saya lebih memilih untuk membiarkan semua mengalir dalam pikiran saya, lebih memaknai lingkungan sekitar saya dan sesuatu yang berkembang di sekitar saya, semua yang berubah di lingkungan saya, daripada harus memaksakan mengulik-ulik nilai nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kita, yang terlalu keren untuk diulik . Tradisi, budaya, idiom, sistem, kebijakan, perjanjian dan tata krama dalam lingkungan hanya merupakan bagian kecil dari diri kita, masih terlalu banyak penyusun lain yang membuat kita unik dan punya differensiasi dari manusia yang lain. Kembali sedikit bertanya, dan bukankah lokalitas terbentuk oleh individu, kelompok, tradisi dan berbagai elemen penyusun lainnya, sehingga akan membuat lokalitas akan selalu berkembang dan berubah dan selalu terupdate oleh lingkungan. Sedikit hipotesis ini saya sedikit menyimpulkan bahwa lokalitas itu tidak pernah ada dalam desain grafis, lokalitas dalam desain grafis selalu berubah, berubah seiring berubahnya lingkungan yang dinamis.

tidak ada lokal yang benar-benar lokal dalam desain grafis, semuanya saling berpotongan dan menghasilkan lokal yang baru.


Menggali nilai lokal dalam desain grafis

April 13, 2009

3146_67620747450_784452450_1519719_4228112_n

spectacular creative sharing
D’ Edge
MENGGALI NILAI LOKAL DALAM DESAIN GRAFIS
18 April ‘09
jam 13.00 s/d 17.00 WIB
SANGKRING ARTSPACE
Nitiprayan, RT.1 RW.2 No. 88, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55182.
TIKET
Mahasiswa 20.000
Umum 40.000
ADGI member FREE

Pembicara
SUMBO TINARBUKO (Pakar semiotika, Dosen ISI Yk)
ARIEF PSA (Dosen BINUS, Alumnus ISI Yk)
Vera Rosana (H2O Design, Dosen BINUS)
Santi (Indieguerillas)
Singgih (Jogja force)
Eko Nugroho (daging Tumbuh Komik)*

* dalam konfirmasi


Interviewed by Babyboss Magazine

January 11, 2009

bebibossinterview

Finally januari issue ini keluar.

babyboss adalah majalah yang mengangkat seputar urban art, illustrasi dan sekitarnya, boleh dikatakan juga sebagai ponakan dari majalah concept. Beruntung dan bersyukur bisa masuk sini, semoga abis ini ada yang ngasih sumbangan ke saya, bisa kaos mariah carey ataupun J-Lo, Seringai juga boljug, sukur-sukur ada yang ngasih kaos VHS or BETA. Selain saya, ada beberapa temen juga yang di interview misalnya adalah jeng may, klo diitung-itung aku dong sing papling cupu dan junior, tapi ya gapapalah paling ndak bisa buat oleh-oleh pulkam, sekedar membuat ortu seneng dan mereka sedikit lupa untuk meminta saya segera lulus.

kik

tenkyu ya om…

piss


Protected: Senyummu beberapa tahun kedepan

December 27, 2008

This post is password protected. To view it please enter your password below:



ultah ke 11 stadium club jakarta

December 20, 2008

stadium_jakarta

artwork for 11th annyversary, Stadium Club Jakarta
initiated by adhievisuale

selamat lah buat stadium yang sudah berumur 11 tahun, selisih beberapa tahun dari umurku sekarang…..


Uninstall Application di Mac

December 14, 2008

img_1_pr

Setelah sekian lama mencari, apa yang tersembunyi dibalik itu semua saya ….saya baru menemukan bahwa aplikasi yang paling yahud untuk meng uninstall aplikasi di mac adalah appzapper.
anda tinggal mengunjungi website nya dan cukup dengan $12 sekian, anda sudah bisa menikmati aplikasi yang dasyat ini.  Selain harganya yang cukup terjangkau, aplikasi ini sangat mudah untuk dijalankan, akan membersihkan aplikasi yang sudah tidak anda inginkan lagi sampai ke akar-akarnya.

sip boss…eh ada cicak lewat


it’s not difficult to make a woman happy

December 6, 2008

t’s not difficult to make a woman happy. A man only needs to be:

  • 1. a friend
  • 2. a companion
  • 3. a lover
  • 4. a brother
  • 5. a father
  • 6. a master
  • 7. a chef
  • 8. an electrician
  • 9. a carpenter
  • 10. a plumber
  • 11. a mechanic
  • 12. a decorator
  • 13. a stylist
  • 14. a sexologist
  • 15. a gynecologist
  • 16. a psychologist
  • 17. a pest exterminator
  • 18. a psychiatrist
  • 19. a healer
  • 20. a good listener
  • 21. an organizer
  • 22. a good father
  • 23. very clean
  • 24. sympathetic
  • 25. athletic
  • 26. warm
  • 27. attentive
  • 28. gallant
  • 29. intelligent
  • 30. funny
  • 31. creative
  • 32. tender
  • 33. strong
  • 34. understanding
  • 35. tolerant
  • 36. prudent
  • 37. ambitious
  • 38. capable
  • 39. courageous
  • 40. determined!
  • 41. true
  • 42. dependable
  • 43. passionate
  • 44. compassionate

WITHOUT FORGETTING TO:

  • 45. give her compliments regularly
  • 46. love shopping
  • 47. be honest
  • 48. be very rich
  • 49. not stress her out
  • 50. not look at other girls

AND AT THE SAME TIME, YOU MUST ALSO:

  • 51. give her lots of attention, but expect little yourself
  • 52. give her lots of time, especially time for herself
  • 53. give her lots of space, never worrying about where she goes

IT IS VERY IMPORTANT:

  • 54. Never to forget:
  • birthdays
  • anniversaries
  • arrangements she makes

Tidak Semua cowok seperti Dedy Cobuzer.
Jadi jangan harap kami bisa membaca isi pikiranmu disaat kamu manyun tanpa suara. Apa susahnya sih bilang : “Aku Laper, Aku minta dibeliin pakaian, Tolong Rayu Aku…!!”

Menangis merupakan suatu pemerasan.
Lebih baik kami mendengar suara petir, guntur, bom meledak daripada suara tangisanmu yang membuat kami tidak bisa berbuat apa2.

lol, edan wae, tapi tetep curhat……..

dapet dari


ketika formal dan non formal membaur

November 21, 2008

Kapan hari ketika saya mengerjakan sebuah kerjaan yang harus dikumpulkan ke klien besok paginya, ketika itu jam 3 an pagi, tiba-tiba piranti ceting saya mengeluarkan sebuah pertanyaan ” menurut mas desainer harus lulusan desainer ya ?”.

mak  ceplos saya jawab aja iya, kenapa? simpel saja, saya pengen desainer itu menjadi profesi yang diakui negara secara resmi. Ketika kita bikin KTP, multiple choice jenis pekerjaan disana tidak mencantumkan desainer sebagai pekerjaan, maka yang bekerja sebagai desainer mungkin akan memilih wiraswasta. Pikiran semacam itu tidak sepenuhnya makbedunduk keluar dari pikiranku yang sedang berpikir, tetapi lebih suatu pemikiran terlebih dahulu kemudian dikuatkan dengan statement teman yang berharap pekerjaan desainer menjadi pekerjaan resmi, dari situ saya mulai percaya klo pemikiranku hampir terjadi -mungkin- pada setiap orang, desainer lebih khususnya.

Melihat keadaan sekarang, banyak orang dengan senjata flesdis dan mampu sopwer grapis sudah disebut desainer, bahkan income nya lebih berlipat daripada seorang desainer beneran -yang sekolah formal-. Kemudian rakyat kita punya banyak pilihan, kemudian terjadilah desainer yang formal dan punya base skill yang bagus menjadi tidak laku, kalah sama desainer yang modal corel dan flesdis dan menjual ide dengan murah ( karena tidak perlu membayar biaya kuliah). Inti pembicaraan tidak bertumpu pada masalah formal atau non formal, bayar atau tidak bayar kuliah, tetapi ketika seseorang telah berdiri atas nama materi dan melupakan tanah yang ia pijak yang menjadi pondasi tempat ia berdiri, hanya untuk kepentingan materi, maka suatu saat, ketika tanah merasa bahwa  ia dilupakan dan kemudian beranjak pergi, maka saat itu seseorang tak akan punya pijakan untuk berdiri dan limbung, kemudian akan jatuh berkeping-keping. hal itu yang nampaknya lambat laun akan terjadi di dunia desain grafis, Indonesia sedang mengalami suatu gejala perpindahan menuju negara industri, dimana semua brand ingin dikenal sebagai yang terhebat. Mulai pecel lele sampai pertamina saat ini sadar betapa pentingnya ingin produknya dikenal dan digunakan semua orang, demi sebuah pencapaian kapital yang kokoh. Proses pengenalan brand ini yang membuat, mau tidak mau membutuhkan desainer grafis diperlukan untuk mencapai tujuan, dari stiker tukang soto yang mirip stiker 123 klan sampai logo kapital besar yang berharga milliaran rupiah, semua membutuhkan bantuan tenaga-tenaga kreatif, sehingga geliat pasar pun berkembang, semua orang ingin jadi desainer karena saat ini ini sedang berpeluang bagus.  bermodal sebuah komputer dan segelas kopi, kahirnya banyak individu menawarkan kepawaian mereka dalam membuat sebuah logo dan editorial desain lainnya, dipresentasikan di depan klien sambil minum cappucino chocolate float, klien setuju kemudian berakhir dengan payment. Kondisi peralihan semacam ini sebenarnya keadaan paling gawat, ketika tuntutan klien yang mengiming-imingi duit sekuintal bertanya yang membuat banyak desainer gelap mata, meraka dengan semangat berselancar dan mengunduh source, creative output yang beredar tak terkndali di internet, kemudia dengan bantuan software grafis mereka mulai mencontoh atau bahkan dengan sedikit trik kemudia meletakkan logo klien di atas image yang kebetulan cocok dengan bidang usaha klien, diatas karya orang ia dapat dari internet tanpa permisi.  Pembajakan karya, logo, illustrasi dll. merupakan hal yang sudah sering kita lihat saat-saat ini, ini menunjukkan  lemahnya kesiapan mental kita menghadapi dunia industri yang kejam saat ini. Demi dan atas nama uang, mereka telah melupkan sebuah tata krama yang sudah ada sebelum mereka berkecimpung di desain grafis, tata krama untuk tidak menyalahgunakan hak milik orang lain secara ngawur. Mungkin banyak faktor dimana penyalah gunaan seperti ini terjadi, base dunia yang mereka geluti tidak meraka kuasai baik dari segi teori dan prakttik sehingga memaksa meraka mengambil jalan pintas untuk menutupi kekurangan dan menaikkan status level mereka di hadapan klien.  Jika ini terus berlanjut, tidak salah bila saya mengatakan jika masyarakat indonesia akan makin amburadul dan telah membuat bola salju penyakit yang lama-lama akan membesar dan pecah. Keadaan semacam inilah yang banyak menginspirasi saya, kenapa desainer grafis harus berpendidikan formal. Dari pengetahuan dasar sampai tingkat lanjut akan mereka kuasai jika meraka belajar, dan tentunya dengan pengetahuan yan layak dan semestinya, output yang dihasikan nya pun pastinya akan lebih perfect0.

Sebenernya formal ataupun non formal menjadi tidak masalah bagi saya ketika masyarakat luas sudah bisa membuka matanya. Ketika kepentingan uang menjadi masalah dan merendahkan sebuah martabat profesi, saya mulai agak teganggu disitu. Mungkin perlu diadakan sebuah standarisasi bagi desainer, tapi akankah cukup dengan mempunyai sertifikat trus martabat profesi desainer akan meningkat, saya rasa tidak juga…

masih membingungkan masalah ini

saya sendiri masih bingung enaknya gimana ya…

terserahlah, yang penting saya berusaha untuk lulus saja, lain kali klo dah mood tak terusin…